30.2 C
Jakarta
Thursday, 6 October, 2022
Advertismentspot_img

KUE YANG LEGENDARIS HINGGA SAAT INI.

Disaat ini mungkin kita mudah memlilih dari sekian banyaknya jajanan yang ada, berbagai macam pilihan makanan mau pun jajanan yang di jajakan. Tp tau gak kalian, sebagian makan kecil itu sudah lama ada. Bahkan makanan tradisional ini pun, tetep menjadi pilihan santapan kita di pagi hari mau pun sore hari.

Berikut ini jajanan pasar yang mudah untuk ditemui, dan masih menjadi legenda sampai saat ini.

1.Gemblong.

Masyarakat Sunda, Jawa mau pun Betawi sejak lama sudah akrab dengan jenis panganan ini. Namun hingga saat ini tidak diketahui secara jekas dari daerah mana kue gemblong ini bermula. Penamaan kue gemblong ini sendiri pun masih belum diketahui dari mana asal berasalnya, sampai sekarang makanan ini pun digemari dari beberapa kalangan. Sebagian orang pun berpendapat bahwa nama gemblong diambil dari pola maupun bentuknya, bulat dan lonjong. Kue Gemblong masih dapat kita temukan di pasar-pasar tradisional, dan dijajakan oleh penjual kue tradisional.

2.Bika Ambon.

Nama Bika Ambon memang unik, Saat mendengar nama itu mungkin anda mengira nama dari makanan itu berasal. Kehadiran Bika Ambon yang berbeda nama dan lokasi asal banyak menuai pro dan kontra. Bika Ambon yang memang sangat nikmat ini kemudian menjadi sangat populer di Medan, dan menjadi fenomenal hingga banyak cerita tentang asal muasal Bika Ambon. Bika Ambon di kenal sebagai penganan nusantara sebagai kuliner khas Medan, Sumatera Utara.

3.Gagodoh/Gegaduh.

Gagodoh atau kita mengenalinya sebagai Gagaduh merupakan sejenis kue khas Indonesia, terutama di daerah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan maupun Lampung. Jika kita lihat sekilas bentuknya mirip dengan perkedel, serupa tapi tak sama.

Gagodoh terbuat dari bahan dasar terigu, gula, garam, kapur, dan air. Untuk isi dari kue ini, biasanya ragam pilihan. Dari menggunakan pisang (namanya menjadi Gaguduh Pisang atau Perkedel Pisang) atau cempedak (namanya Gaguduh Tiwadak).

4.Cucur.

Kue Cucur ini merupakan jajanan khas daerah Betawi yang menurut beberapa sumber, kue jajanan ini berasal dari wilayah barat pulau jawa (kini merupakan bagian dari provinsi Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

Kue Cucur ini terbuat dari tepung beras dan gula jawa/gula aren yang digoreng, kue ini memiliki bentuk yang menggelembung pada bagian tengah dan pipih pada bagian pinggirannya. Dalam adat suku Betawi, jajanan ini termasuk salah satu makanan adat yang kerap dihidangkan dalam upacara-upacara adat budaya Betawi.

5.Lupis.

Kue Lupis merupakan makanan khas Indonesia, terutama di daerah jawa. Menurut cerita, adanya kue lupis ini sudah sedari zaman penjajahan Belanda. Kue ini juga diklaim menjadi penganan untuk beberapa daerah, seperti Jakarta, Lumajang dan pulau – pulau Jawa lainnya.

Mengenai masyarakat Jawa kue ini dikenal dengan sebutan lupis, hingga kini nama kue lupis masih bertahan eksistensinya, dari bahan dan bentuknya. Biasanya kue lupis dijajakan di pasar-pasar pada pagi hari bersama dengan klepon, cenil, gemblong maupun lontong. Karena kandungan karbohidratnya yang tinggi, kue lupis cocok untuk sarapan.

6.Serabi.

Kue Serabi di daerah Jawa Barat dikenal dengan nama Serabi, Surabi atau Sorabi. Kue Serabi ini berasal dari bahasa Jawa yang berasal dasar dari kata “Rabi”, yang dalam bahasa Jawa berarti “Kawin”.

Di Jawa kue serabi umumnya disajikan dengan isian gula atau manisan lainnya, berbeda untuk di daerah Jawa Barat/Sunda serabi biasa disajikan dengan isian oncom dan asinan lainnya. Serabi biasanya dimasak menggunakan tungku, sehingga menghasilkan cita rasa yang khas.

Seiring berjalannya waktu, kian banyak yang terus berinovasi untuk jajanan pasar ini. Dengan menggunakan berbagai bahan tambahan seperti abon, coklat, keju dan lainnya.

7.Bay Tat.

Bay tat atau yang sebagian orang mengenalnya sebagai kue tat, kue ini berasal dari daerah Bengkulu. kue Bay Tat ini merupakan makanan yang selalu tersaji di saat lebaran Idul Fitri, Idul Adha, dan bahkan saat hajatan baik dari sunatan hingga ke pernikahan. Ada kemiripan dari bentuk kue ini yang menyeruoai kue pai, tapi Bay Tat ini sangat berbeda dengan kue pai terutama dari adanya ada beberapa bahan yang tidak sama.

Untuk kue bay tat khususnya, tekstur kue ini lebih dominan kepada santan kental yang di masak, di berikan gula dan mentega serta beberapa butir telor dan di panggang. Bay tat adalah makanan para bangsawan pada waktu itu. Hanya di sajikan untuk tamu raja dan keluarganya.

8.Meuseukat.

Meuseukat merupakan Penganan tradisional khas Aceh, kue yang berwarna putih inilah yang kemudian diartikan sebagai kejernihan hati masyarakat Aceh saat menyambut tamu. Kue ini sejenis dengan kue dodol, dikarenakan tekstur yang lembut dan rasanya manis.

Rasa manis ini didapat dari buah nanas, yang digunakan sebagai bahan sari pembuatannya. Untuk warna kue ini di dominasi warna putih, karena bahan kue ini hanya menggunakan tepung terigu tanpa pewarna makanan.

9.Sumping Tanah.

Kue sumping tanah ini adalah kue tradisional asal Jambi, Kue yang berbahan dasar tepung beras ini memiliki rasa manis dan legit karena menggunakan pisang uli, tepung beras dan gula aren.

Nama sumping tanah diperkirakan berasal dari bentuk kue yang tekstur bagian atasnya kasar karena bergula merah sehingga menyerupai punggung tokek yang berwarna kecokelatan seperti tanah. Kue ini sering menjadi sajian dalam acara berbuka puasa. 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Coneccted

- Advertisement -spot_img

Latest Articles